0 item in the bag

No products in the cart.

Diskon khusus untuk setiap pembelian dalam jumlah banyak!

Sejarah Desain Kaos di Indonesia

Sejarah Desain Kaos di Indonesia – Buat kamu yang penasaran bagaimana sih sejarah desain kaos di Indonesia, maka kali ini Casofa Clothing menghadirkan garis waktu sebagai panduan untuk memahami seperti apa sih sejarah desain kaos di Indonesia.

1980 – Sablon Kaos Otomotif

Pada tahun ini, desain sablon marak dengan tema otomotif. Sebut saja misalnya desain kaos dengan logo VW, Harley Davidson, juga Vespa. Brand yang rajin memproduksi desain Harley Davidson adalah C59. Pada zaman itu, desain kaos gambar otomotif, olahraga, dan isu-isu seputar kehidupan sehari-hari masih sangat baru dan jarang dibuat. Bahkan, sakin banyaknya memproduksi kaos berbau otomotif, banyak orang beranggapan kaos jebolan C59 meurpakan tshirt merchandise dari mobil atau motor tersebut.

1980-an – Joger Merajai Kaos Kata-Kata

Bali punya Joger yang desain kaosnya khas dengan tulisan berbau saran, peringatan, atau ajakan yang nyeleneh. Buat ciri khasnya, Joger membuat cap stempel plus tanda tangan mirip cap Badan Sensor Film di poster film.

1994 – Dagadu dari Djogja

Jogja bermain kata-kata lewat Dagadu. Brand asal Jogja ini cenderung memilih plesetan kata-kata yang membuat orang tertawa. Dagadu membuat ciri produknya dengan tulisan Asli Bikinan Dagadu Djogja.

2005-2006 – Riot

Kenakalan remaja pada zaman ini memberikan warna desain di era ini. Di antaranya fun, jokes, riot, music, alcohol, dan porn. Semua dipadukan dengan font dan desain yang nyeleneh. Brand yang berhasil lewat gaya ini adalah Wadezig dan Tendencies.

2003-2004 – Kebangkitan Distro

Brand lokal dengan konsep cutting edge mulai betebaran. Beberapa dari mereka mulai membuat beragam kaos brand lokal untuk merchandise band tersebut. Desainnya juga mulai memperlihatkan repesntasi band-band yang dark. Grafiknya pun lebih rebel dan grungy. Di sepanjang tahun ini ada perubahan tren dari segi musik, yakni transisi dari punk ke wabah emo. Contoh brand-nya seperti Cynical, MD.

1996-1998 – Tipografi

Desain tipografi mulai bermunculan. Mulai dari bergaya simpel, industrial, sampai konsep desian yang bermain warna. Sebut saja Ouval Research dan Unkl347. Dua brand ini bisa dibilang yang mempopulerkan desain tipografi pada kaos di industri clothing lokal.

2007-2008 – Monster

Melirik band nagri yang banyak menggunakan style monster (slime), maka brand lokal mulai melirik desain serupa sebagia salah satu andalan di kalangan anak muda. Menjamurnya slime design juga dipengaruhi oleh brand nagri bernama Rockett, Crooz, dan Baby Zombie yang sempat mengeluarkan rilisan dengan desain slime.

2009 – Vintage

Industri kreatif mulai bangkit dengan identitas yang mereka miliki. Desain balik ke vintage, tetapi disempurnakan dengan tipografi. Influence-nya dari vintage label, lettering, signature, dan street wear. Di zaman ini mulai ada transisi desain dari yang dipengaruhi musik, kemudian menjadi streetwear, dengan desain yang lebih simpel tetapi punya pesan tertentu dalam setiap tipografi desainnya.

2009-2010 – Fixie

Tren sepeda fixie mulai meracun di kalangan anak muda, yang akhirnya membawa virus ke ranah desain. Akhirnya, kaos pun banyak yang bertema fixie, seperti Crooz, brand lokal lainnya yang mendukung movement ini dan juga komunitas fixie independent yang mulai memasarkan merchandise mereka sendiri.

2011-2012 – Pattern and Workwear

Fenomena chino, hambray, boots mendominasi anak muda untuk tampil ala preppy look. Dan ini adalah bagian dari streetwear. Kaos pun desainnya jadi lebih simpel. Telrihat dari desain yang hanya membawa unsur pattern dan patchwork seperti pocket pattern yakni grafik desainnya hanya terdapat di kantong.

Beberapa brand cenderung memasang logo brand sebagai desian kaos, untuk modal brand awareness. Di pertengahan 2012, streetwear ter-influence dengan high fashion dan beberapa brand lebih memawa kaosnya dengan karakter yang lebih simpel. Mulai dari pattern hingga stripe. Brand lokal mulai fokus membangun brand awareness. Dengan desain-desain visualnya menciptakan roots brand-nya. Output-nya jadi lebih simpel karena market sudah mulai malas memakai desain yang ramai. Desain kaos tampak lebih elegan.

2013 – Pride Design

Untuk cari aman, desain tahun 2013 masih melanjutkan dari desain 2012. Logo brand dalam kaos masih mendominasi, tujuannya untuk mendapatkan pride dari brand tersebut. Bahkan, pattern juga masih jadi tren desian kaos pada tahun ini.[]

Tags:

Pin It on Pinterest

Shares
Share This