aset bisnis distro

Aset Bisnis Distro yang Sering Terlupakan, Apakah Itu?

Aset Bisnis Distro – Kita sering kali mendengar kata ”aset” dalam bisnis. Akan tetapi, apakah sesungguhnya aset itu, dan mengapa sangat penting?

Pertama, kita tidak akan membicarakan aset ”terkini” (seperti uang tunai atau inventori) atau ”aset jangka panjang” (seperti laptop atau lemari arsip). Sebaliknya, yang kita bicarakan lebih merujuk pada aset tak terwujud, yakni aset pemasaran dan lain-lain.

Nah, sekarang mari kita memulainya dengan definisi dari BusinessDictonary.com: Aset adalah segala sesuatu ”yang dimiliki oleh suatu entitas, memperoleh keuntungan darinya, atau yang memerlukannya guna meningkatkan pemasukan.”

Aset dapat muncul sebagai item barang berbentuk fisik pada neraca keuanganmu atau pada cara lain yang lebih modern. Apabila kamu memiliki website tapi nggak di-update, lambat laun website itu akan turun nilainya—sama seperti printer kuno yang masih kamu simpan di neraca keuangan.

Mari kita lihat delapan jenis aset pemasaran bagi pemilik bisnis kaos distro.

 

 1 – Aset Tertulis

Aset terkait salinan meliputi semua konten persuasif, informasi penjualan, web copy, blog, dan materi tertulis yang kamu gunakan untuk memasarkan produk, menginformasikan kepada khalayak umum (seperti press release), menghubungkan merek pada pasar, dan menggambarkan tentang siapa kamu dan apa yang kamu kerjakan.

 

 2 – Aset Fotografi

Aset jenis ini meliputi visual yang menemani penulisan naskah (copywriting) dan gambar. Aset ini dapat mencakup aja saja, dari foto karyawan hingga foto produk sampai foto candid yang diambil dari telepon pintar kamu (foto gaya hidup dan gambar informal) yang kemudian kamu unggah di Instagram.

 

3 – Aset Video

Aset video tentu saja terdiri atas iklan, tetapi juga mencakup video pelayanan pelanggan, video how-to, klip di YouTube, video produk, dan dokumen promosi.

 

4 – Aset Pemasaran

Materi cetak pemasaran versi PDF sampai lembar fakta satu halaman terkait produkmu termasuk dalam aset ini. Brosur dan katalog merupakan beberapa contoh lainnya.

 

5 – Aset Sosial

Status di Twitter, Facebook, Podcast (audio digital), Instagram—segala hal yang dapat Anda gunakan untuk menghubungkan apa pun yang kamu lakukan ke dunia luar—semuanya membentuk keterlibatan, kepercayaan, dan tautan masuk (inbound links) ke website Anda.

Jangan lupakan konten yang dihasilkan pengguna (user generated content); semua hal yang ditulis (atau difoto) oleh pelangganmu tentangmu dan produk kamu (termasuk ulasan, keluhan, dan ketidakpuasan) dapat dipelajari dan ditinjau kembali.

 

6 – Aset Grafis

Aset ini terdiri atas segala sesuatu yang diawali dari logo perusahaan dan infografis, hingga bagan dan materi serta data grafis lain yang terkait.

Aset ini juga meliputi logo yang disimpan dalam format vektor serta dokumen grafis yang diformat untuk web (seperti gambar PNG dan JPG berlatar belakang transparan).

 

7 – Aset E-commerce

Aset tipe ini hidup di dunianya sendiri, terdiri atas lembar lajur guna menelusuri segala hal yang berhubungan dengan produk (dari nama produk, jumlah, hingga penjelasan pendek atau panjang tentang produk).

Seluruh informasi penting yang tersimpan dalam dokumen yang mudah untuk dikelola (bersama dengan foto yang telah distandarkan dan latar belakang yang sama) membentuk mayoritas aset e-commerce.

 

8 – Testimoni Pelanggan

Meskipun sepertinya berbeda dari yang lain, aset ini adalah aset terpenting yang kamu miliki. Pembeli lebih mudah terbujuk oleh testimoni pelanggan lain—yang menuliskan ulasan produk—daripada pesan pemasaran lainnya.

Menurut kajian dari Dimensional Research, persentase tinggi sebesar 90% dari para responsden mengatakan bahwa ulasan online yang positif memengaruhi keputusan pembelian mereka.

Ulasan yang baik dijadikan sebagai testimonial yang baik, sedangkan masukan negatif mengungkapkan masalah yang tidak berhasil, tetapi tetap dapat membuat proses kamu  secara keseluruhan menjadi lebih baik—tentu saja apabila kamu secara berkesinambungan bersedia mendengarkan dan memperbaiki.

Setelah kamu mendapatkan pemahaman yang cukup tentang aset mana yang Anda miliki dalam masing-masing area, kamu akan mampu melihat tampilan visi terkait di mana perusahaan kamu berpijak, lalu akan dibawa ke mana selanjutnya.

Aset hari ini tidak hanya yang tercantum dalam neraca keuangan. Aset dianggap memiliki nilai nyata bagi bisnis jika kamu menyadari keberadaan mereka dan mengumpulkan mereka, hingga secara otomatis laporan akhir laba rugi Anda akan meningkat.

Jadi, sudah memerhatikan kedelapan aset penting itu dalam bisnis distromu?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.