Cara Desain Kaos Distro: Unik, Menjual, dan Super Keren!

Cara Desain Kaos Distro: Unik, Menjual, dan Super Keren!

Cara Desain Kaos Distro – Pada karya kali ini, Casofa Clothing akan menghadirkan panduan mengenai bagaimana cara desain kaos distro yang menjual dan bisa laris manis di pasaran secara lengkap dan rinci yang bisa anda coba terapkan pada bisnis kaos yang anda jalankan.

Kaos merupakan variasi barang yang banyak dan sungguh-sungguh umum untuk dikenakan oleh semua orang dari pelbagai kalangan, terutama bagi kaos-kaos yang disablon dan mempunyai desain unik, yang biasanya banyak ditemukan pada distro-distro yang tersebar di bermacam kota di Indonesia.

Suatu distro umumnya memang menjual kaos-kaos yang didesain oleh orang lain, namun banyak juga yang mempunyai tim desain sendiri untuk kaos yang mereka tawarkan ada di toko mereka, sehingga kebutuhan akan desain yang menjual sangatlah tinggi.

Karenanya, anda yang punya usaha distro betul-betul perlu untuk memperhatikan kualitas desain dari kaos yang anda jual hal yang demikian, selain tentunya dari kualitas bahan kaos serta sablon, dan termasuk sebagai salah satu faktor yang menetapkan terjual atau tidaknya suatu kaos.

Mendesain kaos sendiri membutuhkan upaya yang maksimal dan stabil, serta ide-ide inovatif sehingga desainer bisa menghadirkan apa yang diinginkan calon pembeli kaos hal yang demikian.

Seandainya anda mau mendapat keuntungan yang lebih banyak ketika industri fashion, anda harus berupaya mencapai kepuasan pelanggan dan itu hanya akan bisa tercapai andaikata anda telah mempersembahkan apa yang mereka inginkan, yaitu kaos dengan kualitas bahan yang oke serta desain yang menarik.

Target secara khusus anda yang bergerak ada di bidang distro tentunya kebanyakan ialah para remaja, dan banyak remaja yang suka mengenakan kaos modis karena mereka memiliki desain yang unik yang sesuai dengan usia dan sikap mereka, sehingga desain sablon pada kaos memainkan peran penting ketika meningkatkan penjualan anda selaku pemilik usaha distro.

Untuk itulah anda perlu mengetahui bagaimana cara desain kaos distro yang unik, kreatif, namun tetap memiliki daya tarik dan tentunya berjualan sehingga banyak diminati oleh para remaja dan anak muda yang menjadi target pelanggan anda.

 

Tool Apa Saja yang Diperlukan untuk Desain Kaos Distro

Ketika mendesain kaos bagi kebutuhan distro, tentunya anda memerlukan piranti lunak atau yang sering disebut sebagai software, dan ada juga tambahan perangkat lainnya seperti drawing pad, serta memilih tinta sablon yang tepat.

Piranti lunak yang umum digunakan untuk mendesain kaos ada beberapa jenis dan alternatif, yaitu antara lain ialah :

  • Adobe Photoshop
  • Adobe Illustrator
  • Coreldraw
  • GIMP
  • Inkscape
  • dll.

Tentunya anda bisa memilih mana salah satu diantara piranti lunak ada di atas yang nyaman bagi anda gunakan atau telah biasa menggunakannya sehingga proses desain gak perlu terhambat oleh hal-hal berbau teknis.

Ketika mendesain kaos distro yang unik dan kreatif, disarankan juga bagi menggunakan drawing pad seperti keluaran Wacom supaya hasil desain terlihat lebih natural dan unik.

Karena terkadang apabila semua dijalankan melalui software, maka bisa jadi hasil desain anda akan terlihat kaku dan terlalu simpel, terutama apabila anda gak terlalu pakar menggunakan software tersebut.

 

Persiapan Sebelum Desain Kaos Distro

Selain memilih software yang akan anda gunakan, anda juga perlu mempersiapkan beberapa hal lainnya terlebih dahulu, supaya desain yang anda hasilkan tak terkesan asal jadi dan terkesan tak mempunyai konsep.

Beberapa hal yang perlu anda lakukan sebelum mulai mendesain kaos antara lain ialah sebagai berikut:

  • Menentukan pesan yang akan disampaikan, yaitu apakah yang mau anda sampaikan kepada pemakai kaos melalui gambar ataupun menggunakan kata-kata yang akan anda desain, dan anda pengen membuat pemakai kaos merasakan apa saat memakainya,
  • Tentukan “gaya” atau “tema” dari desain itu sendiri, apakah ingin menampilkan kesan vintage, 80-an, korporat, formal, nyeleneh, minimalis, dan lain sebagainya,
  • Membuat draft kasar dari desain, baik itu menggunakan sketsa atau sekedar gambar konsep, supaya nanti pada saat mendesain ada di software sudah ga lagi kebingungan,
  • Tentukan juga dimensi dari desain hal yang demikian, apakah full satu sisi, A4, A3, dan lain sebagainya, karena akan berpengaruh pada saat pencetakan,
  • Tentukan warna bahan kaos yang ingin digunakan serta warna pada desain karena ini nantinya akan memutuskan pemilihan tinta dan metode sablon, serta seberapa kuat warna tersebut ketika mendukung penyampaian pesan dan kesan dari desain.

 

Tips ketika Mendesain Kaos Distro

Untuk mempermudah proses persiapan di atas, dan juga memudahkan anda ketika merumuskan konsep serta gaya atau tema dari desain kaos yang berharap diwujudkan, berikut ini akan kami sampaikan beberapa tips untuk mendesain kaos distro yang bisa anda coba.

1. Matangkan Konsep

Pastikan konsep yang anda rumuskan disusun secara matang dan ga dikerjakan dengan terburu-buru. Buat sketsa desain kaos anda ketika beberapa variasi, matangkan konsep dengan tim apabila ada, dan cari aktivitas selingan bagi menyegarkan pikiran apabila kreatifitas anda sedang “mentok”.

2. Bayangkan Desain Anda pada Kaos

Selanjutnya anda bisa mencoba menempelkan draft kasar pada kaos polos, atau sekedar membayangkan kira-kira bagaimana nanti hasil jadinya apabila desain tersebut selesai dicetak pada kaos, apakah sesuai harapan anda atau gak.

Karenanya tidak hanya cara desain kaos distro nya saja yang perlu anda perhatikan, melainkan sangatlah penting bagi anda bagi memahami teknis sablon dan percetakan kaos, sehingga anda bisa memasukkan faktor-faktor teknis tersebut pada saat membayangkan desain pada saat dicetak di kaos.

3. Desain Ngga harus Kompleks

Untuk menjadikann suatu desain yang unik, kreatif, serta memasarkan, gak melulu hanya bisa dicapai dengan menggunakan desain yang kompleks dan memiliki banyak elemen diketikanya, tetapi terkadang bisa juga menggunakan desain sederhana yang minimlis.

4. Pilih Warna yang Tepat

Gunakan warna kaos secara efektif dan cobalah memilih warna yang saling melengkapi. Andaikata anda menggunakan Adobe Illustrator, aktifkan Global Colors.atau susun palet warna anda sendiri guna menghemat waktu saat mendesain.

5. Jangan Berhenti Belajar

Tips yang paling penting ialah untuk selalu belajar, mulai dari teknis penggunaan software, teknik sablon, teknik percetakan kaos, desain komunikasi visual, pemilihan desain font yang tepat, dan pelajari juga budaya-budaya yang berkeinginan dijadikan tema dan konsep desain seumpama tren generasi 90-an, vintage, skater, dan lain sebagainya.

6. Jangan Takut Eksperimen

Meski beberapa tema telah punya semacam standar nya masing-masing, tetapi sebaiknya anda juga jangan takut untuk bereksperimen dan mencoba sesuatu yang “out of the box”, serta membuat beragam variasi desain dari satu konsep yang telah anda tetapkan untuk desain kaos.

7. Pelajari Tren Terkini

Sebagai pelaku usaha distro, anda juga harus selalu mengikuti perkembangan fashion dan desain kaos yang sedang tren, khususnya diantara sesama pelaku distro, yang gunanya bukan bagi anda ikuti tetapi hanya sebagai inspirasi untuk mencoba dan eksperimen sesuatu yang baru, dan mencoba memprediksi apa yang akan menjadi tren kedepannya.

 

Kesalahan ketika Mendesain Kaos Distro

Selain mengikuti tips ada di atas, anda juga jangan sampai terjebak ke ketika kesalahan-kesalahan yang lazim terjadi dan dilakukan oleh desainer, terutama yang masih baru belajar atau baru memulai.

Beberapa kesalahan tersebut antara lain ialah:

1. Kesalahan Ukuran Desain

Terkadang suatu desain justru akan terlihat lebih gede dari yang anda bayangkan pada saat selesai disablon atau dicetak pada kaos, dan tentunya hal itu akan mengganggu dan malahan membuat terlihat tidak bagus.

Sebagai contoh, bentuk persegi atau lingkaran cenderung terlihat lebih baik ketika mereka berukuran lebih kecil dari standar.

Dan juga, ada di beberapa kasus, sebaiknya anda bedakan ukuran desain pada setiap masing-masing ukuran kaos, karena bisa jadi akan betul-betul membedakan hasilnya pada saat kaos tersebut dipakai apabila anda menggunakan ukuran desain yang seragam.

2. Kesalahan Penempatan Desain

Penempatan atau peletakan desain juga sering menjadi kesalahan yang umum dilakukan, apakah desain hal yang demikian terlalu ke atas, atau ke bawah, ke kiri, atau ke kanan, akan bisa menentukan kualitas dari desain itu sendiri.

3. Tipografi dan Pemilihan Font yang Kurang Tepat

Di ketika teknik desain, tipografi ialah seni penyusunan huruf atau mengatur huruf dengan cara yang masuk akal, bersama dengan memilih font yang tepay, memastikan spasi huruf dan spasi baris tertata dengan benar, dan bagaimana font hal yang demikian berinteraksi dengan elemen grafis apabila dilihat dari sudut pandang estetika.

Salah satu font yang amat pantang digunakan ketika kebutuhan apapun, dan umumnya dihindari oleh banyak desainer profesional, ialah font Comic Sans yang akan snagat membuat desain anda terlihat gak formal, tidak profesional, dan terkesan amatiran.

4. Komposisi Desain yang Kurang Apik

Komposisi ialah hal yang terbilang penting ada di ketika cara desain kaos ditro, yaitu pengaturan tata tempat elemen-elemen, baik grafis maupun huruf, dilihat secara kesatuan desain utuh.

Elemen-elemen yang terlalu rapat atau terlalu renggang, akan bisa sungguh-sungguh menentukan kualitas desain anda pada saat dipandang, jadi pastikan bagi selalu memperhatikan hal bernama komposisi ini.

5. Resolusi Gambar Desain

Bagi yang satu ini biasanya akan berlaku bagi cetak kaos digital, karena pada teknik hal yang demikian gambar akan dicetak langsung dari komputer ke kaos, sehingga resolusi desain yang anda buat akan benar-benar mempertimbangkan.

Untuk anda yang hobi mengambil gambar dari Google, jangan sampai mengambil gambar yang buram, blur, atau resolusinya di bawah 200dpi atau 1280×720 pixels (px), karena bisa akan membuat hasil cetak desain menjadi pecah.

6. Kombinasi Warna

Pilihan kombinasi warna ialah keputusan terpenting ada di ketika tahapan mendesain kaos distro. Bukan hanya karena alasan desain semata, tetapi kalau Anda berkeinginan sablon kaos, pastikan pilihan warna yang anda gunakan sesuai dengan anggaran anda, karena ebih banyak warna biasanya akan membutuhkan lebih banyak biaya per kaos.

7. Kontras dari Suatu Gambar Desain

Kontras alias tingkat kecerahan suatu objek dibandingkan dengan latarnya juga sering menjadi kesalahan yang biasa dijalankan, karena memang layar komputer atau laptop bisa punya settingan yang berbeda-beda.

Contoh ada di layar anda gambar desain terlihat jelas, tetapi pada saat dibawa ke komputer vendor percetakan kaos, atau saat hasil akhir dicetak pada bahan kaos, desain jadi kurang kontras apabila dibandingkan warna bahan kaosnya yang umumnya berfungsi sebagai latar.

Bagi menghindarinya sebaiknya anda berpatokan pada layar komputer vendor percetakan, atau jangan membuat desain yang berisiko, umpamanya elemen berwarna abu-abu gelap pada bahan kaos warna hitam.

8. Kompleksitas Desain

Desain yang kompleks atau rumit tidak selalu berujung kepada desain yang baik, dan malah terkadang desain yang terlalu “rame” malah akan mengurangi efek penyampaian pesan yang anda inginkan, karena mata mereka yang melihatnya jadi terdistraksi dengan beragam elemen lainnya ada di sekitar tulisan. Baca juga: Kaos Khas Jepara

 

Kesimpulan

Mendesain kaos distro memang membutuhkan kreatifitas yang tinggi, namun tidak semerta-merta anda haruslah seorang yang kreatif untuk bisa membuat desain yang berjualan, karena terkadang hal hal yang demikian bisa anda lakukan hanya dengan menambah skill dan teknik anda saja, serta tak lelah untuk berhenti belajar dan tentu saja terus mempelajari tren desain yang ada.

Kami harapkan penjelasan mengenai cara desain kaos distro ini akan bisa membantu anda ketika mendesain kaos bagi kebutuhan usaha distro anda yang lebih menarik dan juga memasarkan sehingga tentunya akan meningkatkan keuntungan yang anda dapatkan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.