jenis posisi dalam futsal

Jenis Posisi dalam Futsal yang Harus Diketahui!

Halo Sobat CASOFA CLOTHING! Siapa sih yang nggak tahu futsal. Tapi, siapa sih yang tahu jenis-jenis posisi dalam futsal? Enggak semua tahu ternyata. Nah, artikel kali ini, CASOFA CLOTHING akan membahas mengenai jenis-jenis posisi dalam futsal yang perlu kamu tahu dan kenali.

Sobat CASOFA CLOTHING pasti suka sekali olahraga. Tentu saja, karena olahraga merupakan hal yang penting banget bagi Sobat. Mengapa? Karena dengan berolahraga, badan akan menjadi sehat. Saat badan sehat, tentu Sobat akan tidak mudah terserang penyakit. Artinya, kesempatan Sobat untuk melakukan banyak hal akan semakin tercipta karena tubuh Sobat fit alias sehat walafiat! Iya, kan?

Nah, salah satu olahraga yang direkomendasikan oleh CASOFA CLOTHING adalah olahraga futsal karena olahraga futsal adalah olahraga yang menyenangkan untuk dilakukan karena bisa dilakukan bersama teman-teman akrab bahkan sampai teman-teman yang tidak akrab alias baru bertemu. Akan tetapi, selama dia tertarik dengan dunia sepakbola dan bisa bergerak, dia bisa kita jadikan lawan bertanding. Tak usah serius, yang penting pertandingannya mengasyikkan. Namanya juga futsal bareng teman, yang penting adalah serunya, bukan berapa jumlah gol yang Sobat hasilkan. Iya, kan?

Oke, kita kembali ke topik yang sejatinya harus kita bahas yakni mengenai jenis-jenis posisi dalam olahraga futsal. Apa saja sih?

Sebagaimana dalam sepakbola, ternyata futsal juga menetapkan beberapa aturan tersendiri. Walaupun sebenarnya posisi dalam olahraga futsal tidaklah banyak, namun dengan mengetahui posisi dasar pemain futsal ini akan menjadikan Sobat sebagai pemain yang “terkesan” profesional karena mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika berposisi sebagaimana mestinya.

Yuk, kita kulik bareng-bareng.

 

futsal

 

Pertama, yaitu Kiper.

Tugasnya adalah menjaga mantan. Eh, bukan. Menjaga gawang. Sebagaimana dalam sepabola, tugas seorang kiper dalam permainan futsal tentu saja adalah menjaga semaksimal mungkin agar bola tidak masuk. Sehebat apa pun pemain lain dalam satu tim akan tetapi bila kipernya sering melakukan blunder alias tidak tahu tugas dan posisinya dengan baik, maka satu tim tersebut akan terlihat “cupu”. Masih ingat dengan ulah Karius, kiper dari Liverpool FC di final Liga Champion melawan Real Madrid? Tiga penyerang utama Liverpool yang sedang on fire harus kena batunya hanya karena ulah satu kiper yang tidak maksimal dalam menjalankan posisinya.

Kedua, yaitu Anchor.

Posisi seorang Anchor berada di depan kiper. Kalau di belakang kiper, ngapain juga. Heuheuheu. Untuk memahaminya, dalam sepakbola posisi Anchor adalah seorang bek. Tugasnya adalah menjaga garis pertahanan agar pemain lawan tidak leluasa untuk mengecoh kiper.

Akan tetapi, selai itu, seorang Anchor juga bertugas untuk mengnatur permainan tim. Dengan kata lain, Anchor ini justru adalah pemain pertama yang memulai penyerangan. Oleh karena itu, sering kali, pemain yang bertugas menjadi Anchor adalah pemain dengan karakter memiliki penguasaan bola yang baik, stamina yang jos karena perannya ganda yakni bertahan dan memulai serangan, dan kecerdasan yang cukup untuk mengatur tempo permainan.

Ketiga, yaitu Flank.

Jangan ditambahin Riijkard, ya. Nanti jadi eks pelatih Barcelona. Heuheuheu. Oke, Flank adalah sebutan bagi motor serangan di sebuah permainan futsal. Posisinya biasanya berada di bagian samping. Selain sebagai motor serangan, ia juga merupakan penghubung antara Anchor dan Pivot (mengenai Pivot akan dibahas di bagian bawah).

Tugas seorang Flank adalah harus mampu mengkreasi gol. Gak harus bagus-bagus, yang penting jadi gol. Tak usah kebanyakan gaya, yang penting jadi gol. Daripada kebanyakan gaya tapi gak jadi gol? Mending kebanyakan gaya tapi jadi gol, kan? Yaiya sih.

Syarat utama untuk menjadi seorang Flank adalah ia harus memili kontrol terhadap bola yang baik, bisa gocek untuk melewati musuh, akurasi tendangan yang ciamik, dan tentu saja speed yang mumpuni. Selain itu, harus bisa membaca peluang walau sekecil apa pun demi menciptakan gol bagi kemenangan tim.

Keempat, Pivot.

Nah, kita sekarang tiba di posisi yang terakhir, yakni Pivot. Tugasnya hanya satu, yakni ngegolin. Tentu saja ngegolin ke gawang lawan. Peran dari Pivot ini lebih penting dari Anchor dalam mencetak gol. Karena Pivot bisa menjadi pemutus hubungan antara kamu dan mantanmu, eh, bukan, maksudnya pemutus serangan pertama dari lawan sebelum lawan tersebut masuk ke daerah pertahanan timnya.

Lalu, apa syarat menjadi Pivot? Syaratnya sederhana, yakni memiliki  body balance yang apik serta insting haus gol yang cetar. Trengginas dalam memasukkan bola ke gawang.

Itulah beberapa posisi dalam permainan futsal. Menjadi Pivot ataupun Anchor, maupun posisi yang lain, semuanya sama-sama penting karena semua peran akan sangat berguna bagi kemenangan tim. Kalau ada satu saja yang bermain individual, maka akan mudah dikalahkan. Satu pemain hebat akan mudah dikalahkan oleh satu tim yang kompak dengan skill yang biasa-biasa saja. Mengapa? Karena permainan futsal adalah permainan tim, bukan individual. Kalau masih suka bermain individu, mending kamu bermain Karambol saja, ya.

Oke, demikian penjelasan mengenai jenis-jenis posisi dalam futsal. Semoga Sobat CASOFA CLOTHING tercerahkan!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.