sepakbola di kota solo

Sepakbola di Kota Solo: Sejarah Perkembangannya!

Sepakbola di kota Solo – Tak bisa kita pungkiri bahwa sepakbola merupakan olahraga yang paling digemari dan bahkan menjadi olahraga paling populer di Indonesia selain bulu tangkis atau badminton.

Salah satu bukti mengapa sepakbola adalah olahraga yang begitu banyak digemari di Indonesia adalah banyaknya penonton yang datang ke stadion ketika pertandingan sepakbola digelar. Bahkan, tak hanya itu saja. Hampir saja setiap hari, masyarakat selalu memainkan olahraga yang juga dimainkan oleh Zinedine Zidane, Pele, dan Messi ini.

Selain itu, bisa kita temukan hampir di setiap desa di Indonesia, kita menemukan ada lapangan sepakbola karena olahraga ini juga yang bisa menyatukan berbagai elemen masyarakat di suatu pedesaan. Itulah mengapa salah satu alasan mengapa olahraga ini menjadi salah satu olahraga yang paling terkenal di Indonesia.

Nah, sangat aneh bila kita membicarakan tentang sepakbola di Indonesia tanpa membicarakan kota Solo. Mengapa? Karena kota Solo yang dikenal sebagai kota Bengawan ini ternyata memiliki banyak sekali fakta-fakta yang menggambarkan bahwa kota ini memang memiliki banyak sejarah yang mengagumkan mengenai sepakbola.

 

Persis Solo

Siapa orang Solo yang tidak mengeal Persis Solo. Tim yang didirikan sejak tahun 1923 ini menjadikan kota Solo sebagai markasnya. Tim ini berjuluk Laskar Sambernyawa. Persis Solo merupakan salah satu tim yang cukup dan bahkan disegani di kancah persebakbolaan nasional. Terang saja karena Persis Solo pernah menjadi juara sebanyak 7 kali di ajang perserikatan.

Selain itu, pada tahun 2006-2007, Persis Solo juga sembat berlaga di kompetisi divisi utama yang merupakan kasta tertinggi persebakbolaan nasional. Akan tetapi, mungkin karena kesalahan manajemen dan lemahnya pengkaderan pemain, Persis Solo sekarang harus turun ke level kedua dan sedang berjuang “keras” untuk kembali ke kasta tertinggi.

 

Arseto FC

Selain Persis Solo, ada juga Arseto FC yang pernah menjadi kota Solo menjadikan markas. Tim ini didirkan oleh putra mantan presiden Indonesia, yakni Ari Sigit Soeharto. Arseto FC didirikan pada tahun 1978.

Awalnya, Arseto FC menjadikan kota Jakarta sebagai markasnya. Namun, seiring berjalannya waktu pada tahun 1983, tim tersebut kemudian pindah ke Solo dan menjadikan Stadion Sriwedari sebagai markasnya. Stadion Sriwedari ini terletak di jalan Slamet Riyadi, pusat kota.

Lalu, apa saja prestasi dari Arseto FC?

Prestasi yang diperoleh oleh Arseto FC adalah menjadi juara Galatama hingga mampu lolos ke Liga Champion Asia pada usim 1993. Tak hanya itu, bahkan Arseto FC juga mewakili Indonesia dan bertengger di posisi 7 besar bersama tim kuat Asia lainnya.

Sayangnya, meski prestasinya luar biasa tetapi Arseto FC harus dibubarkan pada tahun 1998. Hal itu berdasarkan seiring dengan lengsernya Soeharto dari kursi Presiden Republik Indonesia.

Setelah dibubarkan, sampai saat ini tidak ada lagi aktivitas yang dilakukan oleh tim tersebut. Akan tetapi, sampai saat ini, kantor manajemen dan mess Arseto FC yang ada di kawasan Kadipolo masih ada, loh. Akan tetapi, dibiarkan begitu saja alias mangkrak. Mungkin malah sudah berhantu.

 

Pelita Solo

Bagi yang tidak mengerti nama Pelita Solo, nama sebelumnya adalah Pelita Jaya. Klub ini didirikan oleh keluarga Bakrie di Jakarta pada tahun 1986.

Tim tersebut cukup disegani di kancah persekabolaan nasional terutama pada musim 1993 dan 1994.

Tak tanggung-tanggung, kala itu bintang Piala Dunia seperti Mario Kempes dan Roger Milla dihadirkan untuk memperkuat tim tersebut.

Kemudian, pada tahun 2000, kandangnya dipindahkan ke Solo. Di Solo, Pelita Solo kemudian menjadi Stadion Sriwedari sebagai kandangnya. Sejak kepindahannya, Pelita Solo memakai Stadion Sriwedari sebagai basisnya. Saat itu, animo masyarakat luar biasa dalam mendukung kehadiran Pelita Solo. Bahkan, menjadi awal untuk pembentukan kelompok superter Pasoepati. Akan tetapi, sayangnya walaupun mendapatkan animo dan dukungan yang luar biasa seperti itu, pada tahun berikutnya dengan alasan finansial, markasnya harus dipindahkan ke Cilegon.

Dan sayangnya lagi, setelah itu, mereka menjadi tim yang nomaden alias berpindah-pindah kota untuk menjadikan homebase. Hingga akhirnya, pada musim 2016, Pelita Solo dibeli oleh Achsanul Qosasi dan berubah namanya menjadi Madura United.

 

Persijatim Solo FC

Tak lama bersedih, masyarakat Solo setelah ditinggal oleh Pelita Solo, para pecinta sepakbola di Kota Solo kemudian terobati kesedihannya dengan hadirnya Persijatim. Mengapa? Karena tim yang aslinya bermarkas di Jakarta Timur itu mulai memindahkan markasnya ke Kota Solo pada tahun 2002. Alasannya pun sederhana, yakni tim ibukota tersebut kalah populer dengan Persija Jakarta.

Walhasil, Persijatim memilih kota Solo dan berlokasi di Stadion Manahan sebagai kandangnya. Tercatat, selama 3 musim mereka menggunakan stadion tersebut. Namun sayang, prestasi Persijatim menurun dan tidak mendapatkan dukungan yang semestinya dari Pemkot Solo. Akhirnya, pada akhir musim 2014, Persijatim dibeli oleh pemerintah Sumatera Selatan kemudian berganti nama menjadi Sriwijaya FC hingga saat ini.

 

Ksatria XI Solo FC

Tim yang masih berumur muda ini didirikan pada 2011 lalu. Sebagai informasi, tim ini bermain di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), sebuah kompetisi tandingan yang didirikan karena pada saat itu terjadi kekisruhan “tidak bermutu” di persepakbolaan nasional. Tim tersebut dihuni oleh pemain top dari berbagai negara, di antaranya adalah Alex Vretski, Zarco Lazetic, David Micevksi, dan sejumlah pemain top lainnya.

Di kompetisi tersebut, kehadiran klub ini sempat menjad ancama yang garang bagi lawan-lawannya. Akan tetapi, sayangnya tim ini harus bubar setelah liga ini berahir. Padahal, dukungan dari masyarakat Solo luar biasa. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya yang hadir ketika tim ini bermain di stadion.

 

Stadion Manahan Solo

Mengapa Solo menjadi kota pilihan untuk banyak klub sebagai kandangnya? Karena Kota Solo memiliki infrastruktur yang sangat luar biasa untuk menunjang sepak bola. Misalkan, Stadion Manahan adalah salah satu stadion terbaik di Indonesia dengan standar internasional.

Stadion Manahan berdiri sejak tahun 1998. Di sana sering digelar laga, seperti liga nasional bahkan internasional seperti di Liga Champion Asia.

 

Stadion Sriwedari

Orang Solo, siapa sih yang nggak tahu dengan Stadion Sriwedari. Stadion yang berdiri pada tahun 1998 ini sering banget menggelar laga internasional baik yang dilakukan oleh laga internasional baik yang dilakukan oleh tim nasional maupun tim-tim yang berkompetisi di Liga Champion Asia.

Perlu Sobat Casofa Clothing ketahui bahwa Stadion Sriwedari juga merupakan stadion yang menjadi kebanggaan warga Solo. Mengapa? Karena walaupun tim yang bertanding bukanlah Persis Solo ataupun tim asal kota Solo lainnya, tetap saja ramai ditonton dan penuh sesak dengan pecinta sepakbola.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.