Bisnis Distro yang Sukses? Begini Caranya!

Bisnis Distro yang Sukses? Begini Caranya!

Bisnis Distro – Anak muda sejatinya tidak bisa dijauhkan dari sebutan mode. Bagi mereka fashion merupakan sesuatu yang perlu diamati pada beberapa tampilan mereka. Alternatif pada perkembangan fashion pemuda kini ialah dengan permulaan membludaknya beragam distro seluruh Indonesia.

Hal tersebut disebabkan distro merupakan pilihan fashion yang mampu memanjakan anak muda masa kini, mulai dari sepatu, celana jeans, kaos, jaket, hingga topi dan aksesoris lainnya.

Distro sudah menjadi sebuah fenomena baru yang hadir khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Keberadaan distro menjadi sebuah trend setter untuk menghadirkan tatanan busana ala remaja dengan seluruh keunikan yang senantiasa mengiringinya.

Distro, singkatan dari distribution store atau distribution outlet, adalah jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesoris yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri. Distro umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) yang sandang dengan merek independen yang dikembangkan kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk.

Konsep distro berawal pada pertengahan 1990-an di Bandung. Saat itu band-band independen (Indie) di Bandung berusaha menjual merchandise mereka seperti CD/kaset, t-shirt, dan stiker selain di tempat mereka melakukan pertunjukan. Bentuk awal distro adalah usaha rumahan dan dibuat etalase dan rak untuk menjual kaos. Selain komunitas musik, akhirnya banyak komunitas lain seperti komunitas punk dan skateboard yang kemudian juga membuat toko-toko kecil untuk menjual pakaian dan aksesoris mereka. Kini, industri distro sudah berkembang, bahkan dianggap menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas ekspor. Pada tahun 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di Indonesia, dan 300 di antaranya ada di Bandung.

Tertarik untuk ikut bergabung ke dalam bisnis distro seperti ini?

 

Memulai Bisnis Distro Nggak Sulit, Kok

Banyak yang beranggapan bahwa untuk memulai bisnis distro di Indonesia sangatlah susah karena ribetnya dunia clothing dan di samping itu juga banyaknya pesaing yang membuat pengusaha pemula menjadi minder.

Padahal, pola pikir yang demikian tidaklah benar. Sangat-sangat tidak benar. Karena pada kenyataannya, kalau kamu mau tahu, bahwa bisnis distro memiliki peluang pendapatan yang sangat besar walaupun bisa dimulai dengan modal yang sangat minim, yakni hanya sekitar Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000 saja.

Memiliki modal yang sangat minim tidak masalah lho di bisnis distro. Banyak orang di luar sana yang mengatakan bahwa bisnis distro memerlukan biaya yang sangat banyak, padahal kenyataannya tidak demikian. Jadi, hal pertama yang harus kamu pahami adalah memulai bisnis distro TIDAK memerlukan biaya yang banyak. Itu.

 

Membuat Distro dengan Cara Modal Kolektif

Agar kamu lebih bisa memahami tentang modal kolektif bisnis distro ini, saya akan menyampaikannya dalam format cerita.

Seorang mahasiswa ingin membuat sebuah merek distronya sendiri, akan tetapi sebagai mahasiswa yang sedang dalam masa kuliah plus kondisi uang pas-pasan tentu ia tidak akan mampu untuk memenuhi sebuah permintaan produksi untuk membuat produk kaos distro.

Akhirnya, ia mengajak beberapa orang temannya dengan cara menjelaskan bagaimana perihal jalannya dan strategi dagang dan produksi yang ia miliki untuk membangun sebuah usaha jualan kaos distro.

Modal utama dia untuk membangun brand distronya adalah membuat kaos di sebuah konveksi (misalnya kalau kamu tinggal di Jepara dan sekitarnya, kamu bisa memesnanya di konveksi kaos yang bernama Casofa Clothing) di mana ia membutuhkan uang sekitar sebesar Rp 1.200.000 (harga produksi per kaos Rp50.000) untuk membuat 1 desain kaos dengan jumlah 2 lusin atau 24 kaos. Jadi, ia membuat satu desain kaos dan mencetaknya sebanyak 24 kaos.

Nah, akan tetapi, masa’ dalam bisnis distro ia hanya membuat 24 kaos dengan 1 jenis desain saja? Tentu nggak asyik dong bagi pelanggannya nanti dalam memilih barang. Makanya, ia berencana untuk mencetak 6 desain lain dari desain kaos yang sudah ia siapkan. Dengan kata lain, ia membutuhkan Rp7.200.000 untuk memulai usaha bisnis distronya.

Lalu, ia pun mengajak sekitar 8 orang untuk bersama — sama membangun bisnis ini, sehingga untuk menutupi biaya produksi mereka masing-masingnya mengeluarkan uang untuk dikumpulkan secara koletif sebesar Rp900.000.

Dengan ini mereka sudah bisa memproduksi kaos dengan jumlah 144 pieces dengan 6 desain gambar berbeda.

Selanjutnya setelah menyelesaikan produksi, ia pun melanjutkan ke arah penjualan. Dengan cara berpromosi baik online maupun offline. Per hari, timnya bisa menjual paling sedikit 3 pcs baju atau dengan angka maksimal 16 kaos per hari (jika per orang menjual 2 pcs kaos per hari).

Mereka menerapkan harga jual promosi, karena di pasaran harga kaos distro adalah berkisar di angka Rp90.000 atau Rp150.000 maka mereka ambil harga tengah yaitu Rp100.000. Dengan demikian, mereka sudah bisa meraup keuntungan 50% dari penjualan jika dibandingkan dengan harga produksi kaos.

Maka, dalam kurun waktu 9 hari jika dihitung dengan angka penjualan maksimal per hari mereka bisa menghabiskan dagangan mereka dan melangkah ke angka produksi lebih tinggi dari sebelumnya. Jika pada sebelumnya mereka mampu memproduksi hanya sekitar 144 pcs kaos maka di langkah selanjutnya ini mereka bisa memproduksi kaos dalam angka 288 kaos dan tentu dengan harga produksi yang lebih murah lagi dari sebelumnya. Karena harga produksi pada konveksi dipengaruhi juga oleh kuantiti yang dibuat. Jika pada awal mereka dapat harga kaos Rp 50.000/pcs selanjutnya mereka bisa mendapat harga 45rb s/d 35rb per kaosnya.

Dengan cara ini dalam waktu setengah tahun mereka sudah bisa memenuhi permintaan pasar sekelas nasional dan melayani penjualan ke seluruh wilayah di Indonesia. Dengan modal Rp900.000 akhirnya mereka bisa tumbuh berkembang menjadi pengusaha muda kaos distro di Indonesia.

Bagaimana, sudah paham, kan?

Cara Membuat Desain Kaos Distro

Dalam membuat sebuah desain dibutuhkan garis besar yaitu konsep, hal ini terbilang penting karena akan menginterpretasikan sebuah karya dari desain. Kita tahu bahwa setiap hal mempunyai arti, dan bahkan orang akan menyukainya karena desain tersebut tidak hanya bagus di gambarnya saja.

Diperlukan sebuah ilmu dalam membuat desain karena hal ini tidak bisa asal-asalan. Minimal anda harus bisa menyusun konsep atau deskripsi yang bisa di aplikasikan pada desain anda.

Gunakan aplikasi yang user friendly pada komputer anda, terdapat beberapa aplikasi yang bisa anda pelajari, yaitu CorelDraw, AdobePhotoshop, Adobe Ilustrator, dll.

Setiap desain biasanya diawali oleh sketsa pada kertas, yang nantinya akan di scan dan mulai diolah di komputer menggunakan aplikasi tersebut. Anda bisa memilih di antara beberapa aplikasi yang bisa anda kuasai.

Gunakan YouTube sebagai panduan anda selama ingin mempelajari option-option pada aplikasi dia tas.

Setelah melalui proses pengolahan desain gambar, sampai di sini anda bisa mengaplikasikan pada sebuah Mock Up (contoh tampilan desain pada kaos, jaket, dll).

Lalu masuk ke proses Pecah Warna di mana hal ini sangat penting karena akan diaplikasikan pada screen sablon yang akan digunakan untuk proses sablon.

Jika sudah selesai pecah warna maka nanti setiap gambar yang sudah di ubah ke warna hitam akan di print ke kertas kalkir. Di mana setelah di print ini maka akan lanjut ke proses afdruk dari kertas kalkir ke media screen sablon.

Dalam proses afdruk sablon ini anda akan membutuhkan setidaknya ruangan yang bercahaya minim, dan kotak lampu untuk melakukan proses afdruk.

Setelah selesai proses afdruk maka selanjutnya anda akan mulai memasukan tinta ke bagian dalam screen dengan diarahkan ke bagian kaos yang diinginkan.

Pengaplikasian ini adalah proses awal sablon yang nantinya akan dilanjutkan dengan beberapa proses lagi. Pengeringan menggunakan hotgun/hairdryer, lalu setrika uap atau steam dan barulah ke proses pengemasan atau packing.

 

 

Cara Memulai Bisnis Distro

Akhir-akhir ini dunia fashion memang sedang digandrungi oleh banyak orang terutama para remaja laki-laki dan juga perempuan, banyaknya peminat fashion ini tentu sangat menarik sekali untuk dijadikan sebuah ide usaha yang kelak akan mengalirkan pundi-pundi rupiah ke kantong anda, ya usaha distro memang sangat potensial sekali untuk dijadikan sebuah usaha meskipun anda pemula sekalipun, namun sebelum memulai usaha ini alangkah baiknya jika anda terlebih dahulu menyiapkan modal yang cukup sebab usaha distro memang membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Secara umum ada banyak sekali alasan mengapa para remaja sekarang lebih memilih berbelanja di distro dibandingkan di pasar-pasar tradisional, selain bahannya awet dan tahan lama juga umumnya sebuah pakaian yang dijual di toko distro memang sangat modis dan sesuai dengan fashion masa kini, atas dasar inilah mengapa usaha distro kerap kali ramai dikunjungi oleh para pembeli terutama di kalangan remaja.

Jika anda seorang pemula yang ingin memulai usaha distro ada baiknya jika anda terlebih dahulu belajar mengenai fashion apa yang sedang populer di tahun ini. Jika anda ingin membuka usaha distro ada baiknya jika anda mengikuti perkembangan fashion dari tahun ketahun, dengan hal ini maka usaha distro anda akan menjadi sukses.

1 – Siapkan Modal yang Cukup

Untuk memulai sebuah usaha apa pun tentu anda membutuhkan modal awal, jika anda tidak memiliki modal maka besar kemungkinan usaha anda akan gagal namun bukan berarti anda harus menyiapkan modal yang jutaan rupiah bukan, jika anda belum memiliki modal besar maka langkah yang terbaik untuk memulai usaha distro ialah dimulai dengan usaha kecil-kecilan terlebih dahulu dengan cara membeli 3 atau 4 potong pakaian kemudian anda jual ke teman-teman anda.

Kemudian, jika dirasa anda sudah memiliki modal yang cukup barulah anda membuka toko distro sendiri, anda harus memiliki prinsip bahwa jika ingin sukses di dunia fashion maka anda harus benar-benar berani mulai dari nol.

2 – Harga Terjangkau

Salah satu yang menyebabkan mengapa banyak toko distro yang bangkrut umumnya disebabkan karena semua pakaian yang mereka jual terlalu mahal, nah jika anda telah memiliki usaha distro sendiri alangkah baiknya jika anda tidak membandrol product yang anda jual dengan harga yang mahal, sebab hampir semua remaja di indonesia umumnya memiliki perekonomian kelas menengah ke bawah oleh sebab itu anda harus menyesuaikan daya beli mereka, tak apalah untung sedikit asalkan lancar, benar bukan?

3 – Lokasi Yang Stategis

Seorang pakar ekonomi asal Amerika serikat benar berkata, “Untuk sukses di sebuah usaha maka bangunlah usaha anda di lokasi yang tepat meski anda harus bertarung dengan raja hutan” mungkin pepatah tersebut ada benarnya sebab secara umum hal mendasar yang menentukan kesuksesan sebuah usaha apapun umumnya terletak pada lokasi

Jika anda membuka usaha distro di lokasi yang kurang strategis maka besar kemungkinan usaha anda akan sepi pengunjung, hal ini dikarenakan hampir semua konsumen suka sekali dengan lokasi yang stategis, oleh sebab itu jika anda seorang pemula yang ingin memulai sebuah usaha distro ada baiknya jika anda memilih lokasi yang tepat seperti pusat kota, dekat pasar, perempatan jalan ataupun tempat-tempat yang sering dijadikan lalu lintas semua orang.

4 – Tentukan Target Pemasaran

Seperti yang sudah saya bahas di awal tadi, untuk sukses di usaha fashion terutama ketika anda membuka usaha distro maka mau tidak mau anda harus mengikuti trends fashion yang sedang booming saat ini, selain itu juga menentukan target pemasaran merupakan hal yang sangat penting agar anda sukses dalam usaha distro ini, jika target anda merupakan remaja dan anak-anak muda maka siapkan product-product yang cocok dengan anak muda, seperti jaket, baju, celana jeans, dompet dan juga accesories lainnya.

5 – Promosikan Usaha Anda

Dalam ilmu ekonomi promosi merupakan salah satu kunci yang juga ikut serta dalam menentukan kebehasilan dalam sebuah usaha, nah dalam hal ini jika anda seorang pemula yang bergelut dalam usaha distro maka langkah yang paling efektif agar usaha distro anda ramai pembeli ialah dengan cara mempromosikan usaha anda kepada orang lain, ada banyak cara berpromosi di zaman sekarang ini baik melalui media elektronik seperti TV, Radio, Koran atau bahkan Selebaran yang menyatakan bahwa anda membuka usaha distro yang berkualitas, dengan cara ini maka dijamin usaha anda akan ramai didatangi oleh pembeli

6 – Berikan Pelayanan Terbaik kepada Konsumen

Memberikan pelayan terbaik kepada customer anda merupakan salah satu kunci sukses dalam dunia bisnis, jika anda seorang pemula yang berniat bergelut di dunia fashion terutama di usaha distro maka anda harus ingat bahwa pembeli adalah raja tanpa kehadiran mereka maka usaha apapun yang ana geluti akan bangkrut, oleh sebab itu ketika anda membuka usaha distro ada baiknya jika anda dapat memberikan pelayan terbaik kepada konsumen anda.

Sekarang, sudah ada bayangan untuk bisnis distro kan?[]

Analisis Bisnis Distro: Panduan Pengusaha Apparel

Analisis Bisnis Distro: Panduan Pengusaha Apparel

Analisis Bisnis Distro – Bagi Anda yang penasaran dengan seperti apa analisis bisnis distro, maka akan saya jelaskan dengan singkat. Semoga bisa membantu Anda lebih memahami seperti apa dan bagaimana berbinis distro.

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian Anda.

Pertama, untuk berbisnis distro, memerlukan modal awal yang sangat kecil. Anda bisa memulai hanya dengan uang sejuta saja.

Kedua, tak harus punya kios. Anda bisa memulainya dari kamar di rumah atau bahkan ruang tamu. Apalagi di zaman internet seperti sekarang.

Ketiga, keuntungannya bisa mencapai 30-100 persen, loh!

Keempat, bahkan modal bisa balik dalam waktu kurang lebih hanya satu bulan saja! Menarik banget, bukan?

Kelima, bisa menjadi bisnis utama, bisa juga menjadi bisnis sampingan. Cakep banget pokoknya!

Keenam, dapat dijalankan dengan offline maupun online.

Baiklah, mari kita coba telaah secara sederhana seperti apa analisis bisnis distro itu.

Investasi awal Rp 2.500.000

Sewa tempat Rp 350.000/bulan

Karyawan Rp 600.000/bulan

Harga jual Rp45.000/pcs atau Rp 80.000/2pcs

Keuntungan per pcs/per potong = Rp 10.000

Rata-rata penjualan per hari 20 potong

Keuntungan per hari = Rp 200.000

Keuntungan per bulan Rp 200.000 X 30 hari = Rp 6.000.000

Sewa tempat + karyawan = Rp 350.000 + Rp 600.000 = Rp 950.000

Omzet kotor-biaya oprasional = 6.000.000-950.000 = Rp5.050.000/bulan

Dalam sebulan anda meraup untung Rp 5.050.000, bukankah itu suatu pendapatan yang sangat menjanjikan?

Perhitungan di atas hanya analisa saja karena bisa jadi setelah anda memulai bisnis kaos distro ini, bukan tidak mungkin anda akan mendapat omzet yang jauh lebih besar, mungkin 10 juta, 50 juta, 100 juta, dst …

Beberapa hal yang harus kamu perhatikan ketika menjalankan bisnis distro adalah

1 – Banyak produk kaos distro yang dijual di pasaran dijual dengan jumlah minimal order yang banyak untuk mendapatkan harga kaos distro murah untuk dijual kembali.

2 – Kendala izin toko serta design toko mulai dari tempat, bentuk warna, dekor dekor lain sebagainya sangat perlu diperhatikan.

3 – Persaingan antar toko dan antar penjual terkandang sangat perlu dihindari, terutama dengan pedaggang besar yang telah memulai usaha terlebih dahulu.

Dari uraian di atas, bahwa membangun usaha bisnis clohting line sangatlah tidak mudah, tetapi dengan memperhatikan resiko yang ada maka semua kendala dapat dihadapi dan menjadi peluang.

Selamat memulai!

Rahasia Sukses Distro Ouval Research

Rahasia Sukses Distro Ouval Research

Rahasia Sukses Ouval Research – Sebagai gambaran bahwa membuat produk distro, baik itu kaos maupun hoodie, adalah tidak segampang bikin artwork di CorelDraw, kemudian disablon di kaos, lalu dijual, saya berikan wawasan mengenai rahasia sukses dari distro Ouval Research.

Didirikan oleh Arif Maskom, Ouval Research kini lebih sering disebut dengan RSCH saja. Desain RSCH khas banget dengan tipografi bergaya swiss design. Menurut pengakuan Maskom, “Saya ini kan basic-nya desain produk sebenarnya. Pas diminta desain kaos, saya nemunya tipografi dan saya suka. Saya bisanya itu, akhirnya desain Ouval Research jadinya tipografi aja. Pas dilanjutin, eh, malah enjoy bikin kaos.”

Kelebihan inilah yang dimiliki oleh RSCH. Desainnya simpel, yakni tipografi, namun kaos-kaos di RSCH selalu laku keras. Bahkan, sekarang hanya bertuliskan RSCH True Type. Dan desainnya selalu diburu para penggemarnya.

Saya sendiri termasuk fans berat dari RSCH. Apalagi, ketika mengunjungi outletnya di Jalan Trunojoyo Bandung. Konsep outletnya benar-benar outstanding, berkelas, dan khas banget dengan gaya Ouval Research.

true type ouval research

Mengapa Ouval Research memilih tema tipografi?

“Awalnya saya juga nggak tahu. Akan tetapi, lama-lama belajar, ilmu kita itu, kan, harus nambah, jangan mentok di situ-situ aja. Dari belajar itu, saya tahu karakter tipografi yang mudah diterima orang,” jelas Maskom.

Jabatan Maskom sendiri, selain owner adalah Product Designer. Menurut Maskom, desain tipografi pada kaos adalah desain universal yang bisa diterima oleh semua orang.

Penjelasannya, “Kalau misalnya ilustrasi, gambar kartun misalnya, pas umuran anak muda mungkin suka. Akan tetapi, pas dia sudah lebih tua, pasti nggak suka lagi. Beda kalau tipografi. Mau anak-anak, anak muda, orangtua, pasti suka. Tipografi itu lebih jualan, dan segmennya banyak.”

Kualitas desain kaos RSCH dijaga ketat oleh Maskom. Ia turun sendiri mendesain untuk membuat desain kaos yang sesuai dengan taste Ouval Research.

Jadi, tak ada aturan pakem, bagaimana desain RSCH. Satu-satunya yang harus jadi pakeman adalah ya harus sesuai dengan taste dari Maskom sendiri.

Di Ouval Research, ada lima inhouse designer . Dan mereka semua harus menyerahkan desainnya ke Maskom untuk lolos ataukah tidak dalam tahap produksi.

Jadi, kunci desain di RSCH adalah pada Maskom sendiri.

rsch true type

“Saya suka sekali gaya industrial. Seperti tulisan di papan penunjuk arah atau tulisan instruksi di mesin tik atau mesik fotokopi. Juga tulisan di boks-boks kontainer. Kaku dan tegas. Itu yang saya bawa ke RSCH. Industrial typograhy.” Begitu penjelasan dari Maskom soal gaya RSCH dalam mendominasi distro di Indonesia dengan satu gaya khas: tipografi.

Jadi, bagi kamu yang ingin mendirikan usaha distro, bisa menjadikan RSCH sebagai salah satu benchmark dalam mengembangkan produk. Ingat, jangan menjiplak, ya, tapi jadikan inspirasi dalam bergerak.

Salam sukses.

 


 

3 Hal yang Harus Kamu Pahami Sebelum Memulai Usaha Distro

3 Hal yang Harus Kamu Pahami Sebelum Memulai Usaha Distro

Memulai Usaha Distro – Distro atau singkatan dari distribution outlet adalah sebuah usaha yang sedang tren di kalangan anak muda. Akan tetapi, banyak juga yang bertumbangan memulai bisnis ini, karena kurangnya pengetahuan sekaligus persiapan, apa yang sebenarnya harus dilakukan untuk menjalankan bisnis ini.

Mari kita mulai dengan sebuah pemahaman mendasar dengan berbekal pertanyaan: Apa sih sebenarnya inti dari bisnis distro?

Inti dari bisnis distro adalah membuat produk fesyen kreatif berbasis desain konseptual dengan produksi terbatas.

Mari kita bedah satu per satu.

Produk fesyen kreatif, misalnya adalah kaos, topi, celana, jaket, sweater, tas, dompet, jam tangan, dan sebagainya. Produk fesyen kreatif ini biasa juga disebut dengan apparel.

Berbasis desain konseptual artinya memang produk-produk distro pada dasarnya dibuat berdasarkan sebuah identitas desain tertentu. Jadi, bukan asal bikin, ditempeli artwork, dijahit, dikemas, lalu dijual. Tidak. Nggak sesederhana dan sewagu itu. Akan tetapi, ada sebuah landasan mendasar. Ada sebuah pesan tertentu, ada sebuah identitas tertentu dari konsep desain dasarnya.

Mulai bingung?

Misalkan begini. Kalau kamu perhatikan, antara Unkl347, Ouval Research, Wadezig!, Cosmic, Yajugaya, Badger Invaders, Throox, Rown Division, semuanya memiliki kekhasan dan perbedaan yang besar antara satu dengan yang lainnya.

Cara memulai usaha distro

Mengapa bisa begitu?

Karena mereka dalam membuat produk berangkat dari sebuah identitas tertentu. Berangkat dari konsep desain khusus yang khas, yang mereka aplikasikan ke dalam produk mereka.

Jadi, konsep desain khas dulu, baru dirancang ke dalam sebuah produk. Bukan sebaliknya.

Ngerti, kan?

Produksi terbatas, maksudnya adalah produk-produk distro memang dirancang untuk diproduksi dalam jumlah tertentu, bukan massal. Tidak seperti Uniqlo, tidak seperti H&M, tidak seperti brand-brand besar yang biasa kita lihat di mall.

Konsep awal distro adalah memang untuk melawan semua brand-brand besar tersebut. Makanya, diproduksi dalam jumlah terbatas. Sekali tidak beli sebuah rilisan produk terbaru dari distro tersebut, ya kita tidak akan pernah bisa membeli lagi produk tersebut di lain waktu.

Demikianlah tiga hal penting bagi kamu yang ingin memulai usaha distro. Pastikan untuk memegang erat tiga prinsip utama ini, agar bisnis distromu sukses. Bila butuh kaos polos premium untuk jualan distromu, di mana kamu tinggal menyablonnya, jangan lupa pesan ke Casofa Clothing, ya. Ada penawaran harga khusus yang menarik!

 


 

Aset Bisnis Distro yang Sering Terlupakan, Apakah Itu?

Aset Bisnis Distro yang Sering Terlupakan, Apakah Itu?

Aset Bisnis Distro – Kita sering kali mendengar kata ”aset” dalam bisnis. Akan tetapi, apakah sesungguhnya aset itu, dan mengapa sangat penting?

Pertama, kita tidak akan membicarakan aset ”terkini” (seperti uang tunai atau inventori) atau ”aset jangka panjang” (seperti laptop atau lemari arsip). Sebaliknya, yang kita bicarakan lebih merujuk pada aset tak terwujud, yakni aset pemasaran dan lain-lain.

Nah, sekarang mari kita memulainya dengan definisi dari BusinessDictonary.com: Aset adalah segala sesuatu ”yang dimiliki oleh suatu entitas, memperoleh keuntungan darinya, atau yang memerlukannya guna meningkatkan pemasukan.”

Aset dapat muncul sebagai item barang berbentuk fisik pada neraca keuanganmu atau pada cara lain yang lebih modern. Apabila kamu memiliki website tapi nggak di-update, lambat laun website itu akan turun nilainya—sama seperti printer kuno yang masih kamu simpan di neraca keuangan.

Mari kita lihat delapan jenis aset pemasaran bagi pemilik bisnis kaos distro.

 

 1 – Aset Tertulis

Aset terkait salinan meliputi semua konten persuasif, informasi penjualan, web copy, blog, dan materi tertulis yang kamu gunakan untuk memasarkan produk, menginformasikan kepada khalayak umum (seperti press release), menghubungkan merek pada pasar, dan menggambarkan tentang siapa kamu dan apa yang kamu kerjakan.

 

 2 – Aset Fotografi

Aset jenis ini meliputi visual yang menemani penulisan naskah (copywriting) dan gambar. Aset ini dapat mencakup aja saja, dari foto karyawan hingga foto produk sampai foto candid yang diambil dari telepon pintar kamu (foto gaya hidup dan gambar informal) yang kemudian kamu unggah di Instagram.

 

3 – Aset Video

Aset video tentu saja terdiri atas iklan, tetapi juga mencakup video pelayanan pelanggan, video how-to, klip di YouTube, video produk, dan dokumen promosi.

 

4 – Aset Pemasaran

Materi cetak pemasaran versi PDF sampai lembar fakta satu halaman terkait produkmu termasuk dalam aset ini. Brosur dan katalog merupakan beberapa contoh lainnya.

 

5 – Aset Sosial

Status di Twitter, Facebook, Podcast (audio digital), Instagram—segala hal yang dapat Anda gunakan untuk menghubungkan apa pun yang kamu lakukan ke dunia luar—semuanya membentuk keterlibatan, kepercayaan, dan tautan masuk (inbound links) ke website Anda.

Jangan lupakan konten yang dihasilkan pengguna (user generated content); semua hal yang ditulis (atau difoto) oleh pelangganmu tentangmu dan produk kamu (termasuk ulasan, keluhan, dan ketidakpuasan) dapat dipelajari dan ditinjau kembali.

 

6 – Aset Grafis

Aset ini terdiri atas segala sesuatu yang diawali dari logo perusahaan dan infografis, hingga bagan dan materi serta data grafis lain yang terkait.

Aset ini juga meliputi logo yang disimpan dalam format vektor serta dokumen grafis yang diformat untuk web (seperti gambar PNG dan JPG berlatar belakang transparan).

 

7 – Aset E-commerce

Aset tipe ini hidup di dunianya sendiri, terdiri atas lembar lajur guna menelusuri segala hal yang berhubungan dengan produk (dari nama produk, jumlah, hingga penjelasan pendek atau panjang tentang produk).

Seluruh informasi penting yang tersimpan dalam dokumen yang mudah untuk dikelola (bersama dengan foto yang telah distandarkan dan latar belakang yang sama) membentuk mayoritas aset e-commerce.

 

8 – Testimoni Pelanggan

Meskipun sepertinya berbeda dari yang lain, aset ini adalah aset terpenting yang kamu miliki. Pembeli lebih mudah terbujuk oleh testimoni pelanggan lain—yang menuliskan ulasan produk—daripada pesan pemasaran lainnya.

Menurut kajian dari Dimensional Research, persentase tinggi sebesar 90% dari para responsden mengatakan bahwa ulasan online yang positif memengaruhi keputusan pembelian mereka.

Ulasan yang baik dijadikan sebagai testimonial yang baik, sedangkan masukan negatif mengungkapkan masalah yang tidak berhasil, tetapi tetap dapat membuat proses kamu  secara keseluruhan menjadi lebih baik—tentu saja apabila kamu secara berkesinambungan bersedia mendengarkan dan memperbaiki.

Setelah kamu mendapatkan pemahaman yang cukup tentang aset mana yang Anda miliki dalam masing-masing area, kamu akan mampu melihat tampilan visi terkait di mana perusahaan kamu berpijak, lalu akan dibawa ke mana selanjutnya.

Aset hari ini tidak hanya yang tercantum dalam neraca keuangan. Aset dianggap memiliki nilai nyata bagi bisnis jika kamu menyadari keberadaan mereka dan mengumpulkan mereka, hingga secara otomatis laporan akhir laba rugi Anda akan meningkat.

Jadi, sudah memerhatikan kedelapan aset penting itu dalam bisnis distromu?